Penulis : Veidy Temo
LEKTUR.CO, Pendidikan – Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Manado (Unima) yang akan dilaksanakan pada 19 Agustus mendatang, akan menggunakan sistem digital E-Voting. Hal itu disampaikan Ketua Panitia Pilrek Prof Dr Ruddy Pakasi, Rabu (5/8).
Pakasi menjelaskan bahwa sebelumnya dalam penjaringan bakal calon Rektor, menggunakan sistem manual atau memakai kertas suara. Namun, setelah dilaksanakan sidang senat, maka diputuskan untuk melakukan pemilihan dengan E-voting.
“Keputusan menggunakan sistem E-Voting, telah disepakati bersama dalam rapat senat,” jelasnya.
Menurut dia, sistem digital ini akan menggunakan aplikasi khusus yang sudah dikembangkan untuk digunakan dalam pemilihan seperti Pilrek. Selain itu, akan mempermudah dalam proses pemilihan nantinya.
“Semua sudah dikonsultasikan dan dilaporkan ke kementerian untuk pelaksanaan Pilrek Unima. Langkah ini guna menyukseskan pemilihan yang nantinya akan digelar 19 Agustus mendatang,” ujarnya.
Masalah keakuratan dan kualitas dari penggunaan E-voting ini, Pakasi menyebutkan, pemilihan dengan menggunakan sistem digital sudah sangat perlu di masa saat ini. Soal keakuratan data, kemudian kualitasnya pasti tak diragukan lagi.
Dia pun menegaskan, bila dalam proses pemilihan hingga rekapitulasi suara pun tak akan terjadi kecurangan, apalagi permainan antara para calon dan panitia.
“Kalau dibilang rawan kecurangan saya rasa tidak. Karena, rekam digital itu sulit untuk dicurangi. Apalagi operatornya sudah menandatangani sumpah, bila melanggar aturan tentu ada sanksi berat,” tegas Pakasi.
“Saya selaku ketua panitia menegaskan bahwa dalam pelaksanaan Pilrek melalui E-voting nanti tidak akan ada kecurangan. Belum lagi, perhitungan suara lebih cepat dan akurat jika menggunakan elektronik,” tegasnya lagi.
Pakasi menerangkan, untuk semua calon Rektor yang lolos penjaringan sudah memenuhi syarat, karena telah melengkapi 18 persyaratan yang diminta sesuai aturan.
“Tiga calon rektor telah memenuhi syarat. Sekarang tinggal menunggu jadwal wawancara yang nantinya dilaksanakan pada 10 Agustus. Wawancara ini dilakukan langsung bersama pihak kementerian yang dilaksanakan secara daring. Dan itu semua sudah disiapkan oleh panitia pelaksana,” sebutnya.
Nanti, lanjut dia, mekanismenya setelah dibuka secara formal oleh senat, selanjutnya teknis wawancara dilaksanakan sendiri-sendiri.
“Jadi dalam ruangan itu tidak ada orang lain hanya calon Rektor, untuk pihak kementerian akan melakukan wawancara online. Apakah langsung oleh menteri atau ada yang mewakili,” sebutnya, sembari menambahkan dalam wawancara tersebut akan ada pengenalan lebih mendalam profil para calon Rektor kepada menteri.
Ditambahkannya, saat Pilrek nanti akan diawasi langsung oleh Kementerian, dan menghadirkan pengawas eksternal yakni Kepolisian serta Kejaksaan.
“Termasuk anggota senat yang menghadiri pemilihan nanti, adalah pengawasnya. Dan saya kira di semua perguruan tinggi lainnya sama,” pungkasnya. (*)