LEKTUR.CO, MINAHASA – Suasana rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPRD Minahasa dengan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) berlangsung alot, Rabu (3/9/2025).
RDP yang digelar di ruang sidang DPRD itu dipimpin langsung Ketua Komisi II, Okstesy Runtu SH MSi, didampingi Wakil Ketua Franky Wolajan SE, serta dihadiri anggota Sarah Dondokambey SH MH, Marvil Rawang SH, Frelly Lolowang, Jeffry Wakkari, dan Refly Ngantung SH.
Adapun jajaran kepala OPD yang hadir antara lain Kadis Sosial dr Maya Rambitan MKes, Kadis Pangan Agustivo Tumundo SE MSi, Kadis Koperasi UKM Siby Sengke MAP, Kadis Perdagangan Dano Warouw MSi, dan Kadis Pertanian Dr Margareta Ratulangi.
Dalam forum tersebut, Komisi II melontarkan sejumlah pertanyaan kritis terkait berbagai aduan yang diterima masyarakat saat reses beberapa waktu lalu.
Beberapa isu utama yang mencuat yakni dugaan adanya penyakit pada hewan ternak babi, keterlambatan bantuan sosial kebakaran, penataan pasar yang dinilai masih semrawut, hingga laporan adanya penimbunan beras dalam jumlah besar di salah satu kecamatan.
“Kami Komisi II menanyakan soal aduan masyarakat saat reses. Ada beberapa keluhan yang kami terima, salah satunya dugaan virus di ternak babi, keterlambatan penyaluran bansos kebakaran, serta persoalan pasar dan penimbunan beras,” tegas Runtu.
Ia menambahkan, seluruh OPD terkait telah diminta segera menindaklanjuti keluhan tersebut. Komisi II pun berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat hingga tuntas.
“Sebenarnya aduan-aduan ini bisa disampaikan di rapat paripurna. Namun, Komisi II berinisiatif menindaklanjutinya lebih awal agar kebutuhan masyarakat bisa cepat dijawab,” tandas Runtu.
RDP yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu menjadi panggung akuntabilitas bagi OPD, sekaligus wujud fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik di Minahasa. (*)












