LEKTUR.CO, MINAHASA – Pemerintah pusat melanjutkan program peningkatan kualitas pendidikan di daerah melalui revitalisasi satuan pendidikan. Di Kabupaten Minahasa, langkah ini ditandai dengan groundbreaking pembangunan SD Negeri 1 Sinuian, Rabu (22/4/26).
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Prof Dr Abdul Mu’ti MEd, didampingi Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr Victor Mailangkay SH MH, serta Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP.
Sebelum peletakan batu pertama, Menteri Abdul Mu’ti tampak berinteraksi hangat dengan para siswa. Ia menanyakan langsung tanggapan mereka terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dengan penuh antusias, siswa-siswi menjawab bahwa mereka menyukai program tersebut. Suasana semakin cair ketika sang menteri bercengkerama menggunakan bahasa Inggris, disambut tawa dan semangat anak-anak.
Dalam kesempatan itu, Abdul Mu’ti menegaskan bahwa revitalisasi SD Negeri 1 Sinuian merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto. Program ini difokuskan untuk mempercepat peningkatan layanan publik, khususnya di sektor pendidikan dan kesehatan.
“Sekolah ini sudah tidak layak, sehingga hari ini kita lakukan peletakan batu pertama dan akan segera dibangun pada tahun 2026,” ujarnya.
Mendikdasmen merinci, total anggaran sebesar Rp2,1 miliar digelontorkan untuk pembangunan enam ruang kelas baru, rehabilitasi ruang administrasi dan perpustakaan, pembangunan toilet, serta penataan lingkungan sekolah termasuk pekerjaan umum juga RK3.
Meteri menjelaskan bahwa pelaksanaan proyek dilakukan secara swakelola, sesuai arahan Presiden. Kepala sekolah bersama mitra kerja akan didampingi konsultan dan diawasi berbagai pihak guna memastikan pembangunan berjalan optimal.
“Dengan swakelola, kita tidak hanya membangun sekolah, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal karena tenaga kerja dan material diambil dari sekitar,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa program revitalisasi tahun 2026 diprioritaskan bagi daerah terdampak bencana, wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat, termasuk di Sulawesi Utara.
Sementara itu, Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat atas perhatian terhadap dunia pendidikan di daerahnya.
“Kami berterima kasih kepada Presiden dan Kemendikdasmen yang telah hadir langsung di Minahasa, memberikan bantuan sekaligus berdialog dengan siswa dan guru,” ungkapnya.
Usai meninjau kondisi ruang kelas, Menteri bersama jajaran pemerintah daerah melakukan peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan. Tak hanya revitalisasi fisik, SD Negeri 1 Sinuian dan SD Negeri Ampreng juga menerima bantuan operasional masing-masing sebesar Rp25 juta.
Diketahui, Menteri Abdul Mu’ti juga meresmikan serta menandatangani prasasti program revitalisasi satuan pendidikan se-Sulawesi Utara tahun anggaran 2025 di SMK Negeri 3 Tondano, serta meninjau pembangunan SD Negeri Ampreng di Kecamatan Langowan Barat. (*)












