Bupati Welly Titah Pacu Investasi Perbatasan Talaud, Siap Sambut Gubernur Filipina

Bupati Kabupaten Kepulauan Talaud Welly Titah (kiri) Dan Gubernur Republik Filipina Generoso (kanan). (ist)

LEKTUR.CO TALAUD – Komitmen membangun ekonomi dari wilayah terluar Indonesia terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Talaud.

Bupati Kepulauan Talaud, Welly Titah, memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) Pengembangan Investasi Daerah Perbatasan, di City Extra Seafood Restaurant, Mandolang, Minahasa, Selasa (30/9/26).

Rakor strategis ini bukan sekadar diskusi rutin. Bupati Welly menegaskan, Talaud sebagai garda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tidak boleh hanya jadi penonton atas melimpahnya kekayaan alam sendiri.

“Potensi kelautan dan perikanan Talaud itu luar biasa melimpah. Tugas kita adalah memastikan kekayaan itu diolah di Talaud, untuk rakyat Talaud. Investasi di perbatasan tidak boleh berhenti sebagai wacana di atas kertas. Harus jadi pertumbuhan ekonomi nyata, harus buka lapangan kerja,” tegas Bupati Welly Titah dengan nada optimis.

Langkah progresif ini juga menjadi persiapan menyambut momentum diplomatik penting, yakni Kunjungan Kerja (Kunker) Gubernur Generoso dari Republik Filipina beserta rombongan. Rakor dirangkaikan dengan pematangan agenda jamuan persahabatan bilateral. Menurut Bupati Welly, kunjungan tersebut adalah peluang emas yang tidak boleh disia-siakan.

“Kedatangan Gubernur Generoso adalah momentum strategis. Kita berbatasan langsung dengan Filipina. Ini modal kuat kita untuk mendorong kerja sama perdagangan lintas batas, konektivitas, dan menjaga stabilitas ekonomi kawasan secara bersama. Talaud harus menjadi hub ekonomi di Pasifik,” ujarnya.

Rakor tersebut berlangsung solid dan dihadiri lengkap oleh jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Anggota DPRD Provinsi Sulut, Staf Khusus Gubernur Sulut, unsur Instansi Vertikal, Forkopimda Kepulauan Talaud, seluruh Kepala Perangkat Daerah, serta para tokoh masyarakat Talaud.

Melalui rakor ini, Pemkab Talaud menargetkan terbangunnya komitmen lintas sektor untuk memberikan kepastian hukum dan menciptakan iklim investasi yang aman, kondusif, dan berdaya saing tinggi di poros perbatasan utara Indonesia. (Jun)