LEKTUR.CO, MINAHASA – Ada moment menarik saat Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang SS MAP, saat menghadiri Groundbreaking atau peletakan batu pertama Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Bukit Tinggi, Kecamatan Kakas Barat, Senin (2/11/26).
Disela sambutannya, Wabup yang biasa disapa VaSung itu berdialog sekaligus menyerap aspirasi warga Bukit Tinggi khususnya para nelayan yang selama ini membutuhkan bantuan dari pemerintah.
Sebagai pemerintah, ia menanyakan sejumlah pertanyaan kepada para nelayan terkait persoalan yang dihadapi masyarakat pesisir. Bahkan, VaSung menanyakan kepada nelayan terkait pembangunan Kampung Nelayan di desa mereka.
Tak menyia-nyiakan kesempatan, para nelayan memberikan beberapa masukan kepada Wabup sebagai pemerintah daerah. Sejumlah usulan pun disampaikan nelayan, mulai dari kebutuhan pabrik es, kapal ketinting, jaring ikan, hingga Satuan Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Menanggapi aspirasi tersebut, Wabup VaSung menyatakan akan memperjuangkan kebutuhan masyarakat Desa Bukit Tinggi kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, kehadiran program Kampung Nelayan Merah Putih harus benar-benar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan.
Termasuk mendorong pembentukan koperasi nelayan sebagai wadah penguatan ekonomi dan kelembagaan masyarakat pesisir.
“Selain 18 item yang dibangun, kami berharap ke depan bisa ada SPBN dan koperasi nelayan. Saya bersama Pak Bupati akan berupaya memperjuangkan kebutuhan ini ke pemerintah pusat,” ujar VaSung.
Ia juga mendorong kaum ibu di Desa Bukit Tinggi untuk mengambil peluang ekonomi melalui pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
“Terutama usaha olahan dari bahan baku ikan, sehingga hasil perikanan tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai tambah,” ujar Wabup.
Ia berharap masyarakat dapat mengambil bagian dalam pengembangan ekonomi kawasan Kampung Nelayan Merah Putih.
Wabup juga mengingatkan Hukum Tua agar terus melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan pembangunan.
Jika pekerjaan telah selesai, pemerintah desa diminta segera melaporkannya agar berbagai kekurangan yang masih ditemukan dapat ditindaklanjuti.
“Harapan kami, setelah selesai dibangun, seluruh fasilitas ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)











