LEKTUR.CO, MINAHASA – Sejarah baru kembali tercipta dari tanah Minahasa. Sosok perempuan tangguh di balik laju pemerintahan daerah, Dr Lynda D Watania MM MSi, kini resmi menyandang pangkat tertinggi Aparatur Sipil Negara (ASN), yakni Golongan IV/E.
Yang menjadikannya istimewa, Dr Lynda Watania tercatat sebagai satu-satunya Sekda aktif di Indonesia yang menerima kenaikan pangkat IV/E pada periode Oktober 2025.
Pencapaian ini bukan hanya kebanggaan pribadi, tetapi juga simbol prestasi ASN daerah yang diakui secara nasional.
Perjalanan Panjang di Dunia Birokrasi
Sebelum menjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Dr Lynda Watania telah meniti karier panjang di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Ia dikenal sebagai sosok pekerja keras, disiplin, dan berintegritas tinggi.
Dalam perjalanannya, ia pernah beberapa kali menjabat Kepala Biro (Karo) di Sekretariat Daerah Provinsi Sulut, antara lain: Kepala Biro Pemerintahan, Kepala Biro Organisasi, Kepala Biro Ekonomi, Kadis Perhubungan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) dan Kadis Dukcapil.
Dari pengalaman di beberapa posisi strategis itu, Lynda Watani membangun reputasi sebagai birokrat yang visioner dan konsisten memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis etika dan hasil.
“Saya bersyukur kepada Tuhan atas anugerah ini. Kenaikan pangkat ke IV/E bukan sekadar prestasi pribadi, tetapi tanggung jawab besar untuk terus memberikan yang terbaik bagi Minahasa,” ujarnya penuh syukur.
Melalui Penilaian Ketat BKN dan Kementerian PAN-RB
Kenaikan pangkat ke IV/E tidak diperoleh begitu saja. Prosesnya melalui tahapan berlapis yang diawali dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD), kemudian dievaluasi oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN), hingga disetujui oleh Kementerian PAN-RB.
Penilaian mencakup masa kerja, rekam jejak, integritas, kepemimpinan, inovasi, dan kontribusi terhadap reformasi birokrasi. Hanya pejabat dengan hasil evaluasi luar biasa yang dapat mencapai level ini.
“Penilaian BKN sangat ketat. Keberhasilan Ibu Sekda menunjukkan bahwa kinerja Pemkab Minahasa mendapat kepercayaan tinggi dari pusat,” ujar salah satu pejabat di Lingkungan Pemkab Minahasa.
Inspirasi untuk ASN Minahasa
Capaian Sekda Minahasa ini disambut sukacita oleh jajaran ASN. Banyak yang menganggapnya sebagai bukti nyata bahwa kerja keras dan loyalitas tidak pernah sia-sia.
“Saya dedikasikan capaian ini untuk seluruh ASN Minahasa. Semoga menjadi motivasi agar kita semua terus berprestasi dan melayani dengan hati,” ungkap Watania.
Dikenal dengan kepemimpinan yang tegas namun hangat, Lynda Watania menjadi contoh pemimpin perempuan yang berhasil menyeimbangkan ketegasan birokrasi dengan ketulusan pelayanan publik.
Perempuan di Puncak ASN
Dalam dunia birokrasi yang masih didominasi laki-laki, kehadiran Dr Lynda Watania di level IV/E menjadi inspirasi nasional. Ia menunjukkan bahwa kepemimpinan berbasis kompetensi dan kejujuran mampu menembus batas gender dan wilayah.
“Jabatan adalah kepercayaan. Selama kita bekerja dengan hati dan menjaga integritas, hasilnya akan mengikuti,” tegasnya.
Minahasa di Panggung Nasional
Prestasi Sekda Lynda Watania menegaskan posisi Minahasa di kancah nasional. Bukan hanya lewat sektor pariwisata, tapi kini lewat prestasi birokrasi yang menjadi contoh bagi daerah lain.
Dengan pencapaian ini, Pemkab Minahasa semakin dikenal sebagai daerah yang melahirkan ASN berprestasi tinggi dan berintegritas.
Kisah Dr Lynda Watania adalah potret ASN sejati, bekerja tanpa banyak bicara, berprestasi tanpa mengejar sorotan.
Dari ruang kerja di Tondano, semangat pengabdian itu mengalir hingga pusat, membuktikan bahwa birokrasi daerah juga bisa berprestasi di tingkat nasional. Sebuah teladan dari Minahasa, yang kini menginspirasi seluruh Indonesia. (*)










