LEKTUR.CO, MINAHASA – Proses mewujudkan pohon Natal hidup terbesar yang membidik rekor dunia di Kabupaten Minahasa resmi dimulai.
Pengerjaan diawali dengan doa bersama sebelum dilanjutkan dengan pembersihan pohon Mahoni raksasa di halaman SMP Negeri 1 Tondano, Rabu (4/11/26).
Doa dipimpin Ketua Jemaat Betel Kembuan, Pendeta Rudy Pakasi STh, dan dihadiri Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan SPd MPd.
Selain itu, hadir juga Ketua Komite Sekolah sekaligus panitia, Pricilia Mandey SE, Sekretaris Jufri Rawung, dan Bendahara Jenet Walalangi SE.
Doa tersebut menjadi penanda dimulainya tahapan pekerjaan untuk menghadirkan sebuah pohon Natal yang tidak biasa.
Pohon Mahoni yang diperkirakan telah berusia 109 tahun itu nantinya akan dipercantik dengan ribuan meter lampu Natal.
Gagasan spektakuler ini mendapat dukungan dan apresiasi dari Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP.
Bupati RD memberikan apresiasi kepada pihak sekolah, Komite Sekolah, serta para alumni yang telah berinisiatif menghadirkan pohon Natal raksasa tersebut.
Menurutnya, gagasan ini merupakan bentuk kreativitas dan kebersamaan yang patut didukung, terlebih melibatkan berbagai generasi dalam menyambut perayaan Natal.
Namun, Bupati RD juga berpesan agar seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan secara hati-hati dengan tetap mengutamakan keselamatan para pekerja.
“Aspek keamanan harus menjadi perhatian utama, mengingat proses pemasangan ornamen dan lampu akan dilakukan pada pohon berukuran besar,” pesan orang nomor satu di Minahasa itu.
Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan, mengatakan setelah doa bersama, pekerjaan pembersihan pohon mulai dipersiapkan.
“Hari ini sudah didoakan. Dan efektif mulai pembersihan dan dekorasi pemasangan lampu Natal akan dilakukan Jumat pekan ini,” ungkap Palilingan.
Menariknya, persiapan pohon Natal raksasa ini mendapat dukungan besar dari alumni lintas generasi.
Hingga saat ini, sudah terkumpul sekitar 4.000 meter lampu Natal yang disumbangkan para alumni SMP Negeri 1 Tondano.
Gerakan tersebut merupakan bagian dari program “Gerakan Satu Meter Lampu Natal, Seribu Alumni Lintas Generasi SMP Negeri 1 Tondano”.
Rencananya, pohon Natal raksasa ini akan dilaunching pada 1 Desember 2026 oleh Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP.
Saat peluncuran nanti, seluruh siswa direncanakan mengenakan ornamen Santa Claus. Sementara para guru akan memakai topi Santa untuk memeriahkan momentum tersebut.
“Saya mengajak seluruh pihak untuk mendoakan agar setiap tahapan pekerjaan berjalan lancar hingga hari peluncuran,” ujar Kep Melky yang mempunyai motto “Senang melihat orang lain senang”.
Ia menjelaskan, gagasan spektakuler ini lahir dari inisiatif bersama antara pihak sekolah, Komite Sekolah, alumni, guru, dan siswa.
“Selalu saya sampaikan bahwa semangat gotong royong atau budaya mapalus menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pekerjaan ini,” kata Palilingan.
Sebab, pohon Natal ini bukan hanya milik sekolah, tetapi menjadi persembahan kebersamaan untuk menyambut perayaan kelahiran Yesus Kristus.
“Pohon Natal ini untuk menyambut perayaan hari kemenangan Yesus Kristus, dan untuk kita semua,” tandasnya.
Dengan dimulainya tahapan pekerjaan ini, pohon Mahoni berusia lebih dari satu abad tersebut kini bersiap tampil dengan wajah baru.
Dari sebuah pohon bersejarah yang menjadi saksi perjalanan generasi SMP Negeri 1 Tondano, kini dipersiapkan menjadi pohon Natal raksasa yang diharapkan mencuri perhatian dunia.
Satu pohon tua, ribuan meter cahaya, dan semangat seribu alumni. Perjalanan menuju Natal spektakuler di Tondano pun resmi dimulai. (*)










