LEKTUR.CO, MINAHASA – Pergantian kepemimpinan di DPRD Kabupaten Minahasa memasuki babak baru. Franky Wolayan resmi menjabat sebagai Ketua DPRD Minahasa sisa masa jabatan 2024-2029 setelah mengucapkan sumpah dan janji dalam rapat paripurna, Senin (6/7/26).
Wolayan menggantikan posisi Robby Longkutoy yang sebelumnya memimpin lembaga legislatif Kabupaten Minahasa. Prosesi pelantikan berlangsung di Ruang Sidang DPRD Minahasa dan dihadiri jajaran eksekutif, legislatif, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Hadir dalam agenda tersebut Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, Sekretaris Daerah Lynda Watania MM MSi, Ketua TP-PKK Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong, serta Inspektur Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Dr Jemmy Kumendong MSi yang mewakili Gubernur Sulut.
Pengucapan sumpah janji dipandu Ketua Pengadilan Negeri Tondano, Dr Erenst Jannes Ulaen SH MH. Dalam sumpahnya, Franky Wolayan berkomitmen menjalankan tugas sebagai pimpinan DPRD secara adil, jujur, dan bertanggung jawab dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dalam sambutannya, Bupati Minahasa Robby Dondokambey menilai pergantian pimpinan DPRD merupakan bagian dari dinamika demokrasi dan organisasi yang harus dimaknai sebagai momentum memperkuat kelembagaan.
“Rotasi jabatan adalah bagian dari dinamika organisasi yang sehat untuk menghadirkan semangat baru dan memperkuat kelembagaan. Tanggung jawabnya mungkin beralih, tetapi tujuan pengabdiannya tetap sama, yaitu demi kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat Minahasa,” ujarnya.
Menurut Bupati RD, hubungan harmonis antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi faktor penting dalam menentukan arah pembangunan. Kolaborasi kedua lembaga tersebut dibutuhkan untuk melahirkan kebijakan yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur, penguatan ekonomi, hingga peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan.
RD juga menyampaikan apresiasi kepada Robby Longkutoy atas pengabdian dan kontribusinya selama memimpin DPRD Minahasa, sekaligus berharap kepemimpinan baru dapat membawa semangat baru dalam menjalankan fungsi legislatif.
Sementara itu, Inspektur Provinsi Sulut Jemmy Kumendong dalam sambutan Gubernur Sulut mengingatkan pimpinan DPRD yang baru untuk memperkuat tiga fungsi utama dewan, yakni legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Usai pelantikan, Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan menegaskan dirinya siap melanjutkan program kerja yang telah berjalan serta membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Franky, latar belakangnya sebagai tokoh organisasi kemasyarakatan adat atau Tonaas menjadi bagian dari semangat untuk merangkul semua pihak, bukan menciptakan jarak.
“Jabatan ini adalah amanah besar. Latar belakang saya di ormas justru menjadi pelecut untuk saling membantu antarelemen masyarakat, bukan untuk bertindak arogan. Kami fokus menyukseskan program pemerintah demi kesejahteraan masyarakat Minahasa,” tegasnya. (*)
















