Semangat Gotong Royong Sekolah dan Orang Tua Bangun Pendidikan, Wajah SMP Negeri 1 Tondano Kian Bersinar

LEKTUR.CO, MINAHASA – Peningkatan kualitas pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan guru. Keterlibatan orang tua juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang baik, nyaman, disiplin, serta mampu mendorong perkembangan karakter dan potensi peserta didik.

Semangat kebersamaan tersebut terus dibangun di lingkungan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tondano. Melalui kolaborasi antara kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa, berbagai upaya pembenahan serta pengembangan pendidikan mulai menunjukkan perubahan positif.

Kepala SMP Negeri 1 Tondano, Melky Palilingan SPd MPd, menegaskan pentingnya membangun kerja sama yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua. Hal itu disampaikannya dalam rapat bersama para orang tua siswa yang dilaksanakan pada Jumat (31/7/26) siang.

Menurut Palilingan, pendidikan tidak dapat berjalan secara maksimal apabila seluruh tanggung jawab hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Orang tua sebagai lingkungan pertama bagi anak memiliki peran besar dalam memberikan perhatian, pengawasan, motivasi, serta dukungan terhadap proses pendidikan.

Karena itu, komunikasi dan kerja sama yang baik antara guru dan orang tua menjadi salah satu fondasi penting dalam mendorong kemajuan sekolah sekaligus meningkatkan kualitas peserta didik.

“Kalau guru dan orang tua saling membantu dengan semangat mapalus dalam hal memajukan dunia pendidikan, yang akan diuntungkan adalah anak-anak didik kita nanti,” kata Palilingan.

Mantan Kepala SMP Negeri 4 Tondano itu menjelaskan, semangat gotong royong harus terus dipelihara dan diterapkan dalam dunia pendidikan, khususnya di Tanah Minahasa. Dengan adanya kebersamaan, berbagai program sekolah dapat dijalankan secara lebih baik dan tujuan untuk menciptakan generasi yang berkualitas dapat diwujudkan bersama.

Baginya, sekolah yang maju bukan hanya dilihat dari capaian akademik. Lingkungan yang tertata, aman, bersih, indah, serta didukung kedisiplinan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman bagi para siswa.

“Sekolah akan maju dari berbagai aspek, khususnya dalam pengembangan kualitas pendidikan, apabila ada kolaborasi dan kebersamaan antara pihak sekolah, guru, serta orang tua,” ujarnya.

Semangat kolaborasi tersebut juga mulai terlihat melalui berbagai perubahan di lingkungan SMP Negeri 1 Tondano sejak Melky Palilingan dipercaya memimpin sekolah itu beberapa bulan terakhir.

Sejumlah pembenahan dilakukan untuk menghadirkan suasana sekolah yang lebih tertata dan nyaman. Penataan lingkungan, peningkatan keindahan, perhatian terhadap keamanan, hingga penguatan kedisiplinan menjadi bagian dari upaya membangun wajah baru SMP Negeri 1 Tondano.

Perubahan itu bukan sekadar menghadirkan tampilan fisik yang lebih baik, tetapi juga menjadi langkah untuk membangun lingkungan pendidikan yang positif dan mampu menumbuhkan rasa bangga bagi seluruh warga sekolah.

Salah satu yang mendapat perhatian adalah Tugu Beriman yang berada di bagian depan SMP Negeri 1 Tondano. Ikon sekolah tersebut ditata dan dipercantik sehingga tampil lebih menarik serta menjadi salah satu penanda yang memperkuat identitas sekolah.

Selain pembenahan lingkungan, sarana olahraga yang ada di sekolah juga turut diperbaiki. Langkah tersebut dilakukan karena fasilitas olahraga dinilai memiliki peran penting dalam menunjang pengembangan keterampilan, bakat, kesehatan, serta karakter para siswa.

“Dengan tersedianya sarana yang lebih baik, para peserta didik diharapkan dapat semakin aktif mengembangkan potensi mereka, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” kata Kepsek Melky Palilingan yang juga atlet Tenis Meja itu.

Berbagai perubahan yang dilakukan menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan sekolah yang tidak hanya nyaman sebagai tempat belajar, tetapi juga mampu memberikan ruang bagi siswa untuk bertumbuh, berkreasi, berprestasi, dan membangun karakter.

Melalui semangat gotong royong, SMP Negeri 1 Tondano terus membangun kekuatan bersama. Kepala sekolah, guru, orang tua, dan seluruh warga sekolah diharapkan dapat berjalan dalam satu visi, yakni menghadirkan pendidikan yang semakin berkualitas demi masa depan generasi muda Minahasa.

Sebab, ketika sekolah dan orang tua saling mendukung, perubahan tidak hanya terlihat dari wajah baru lingkungan sekolah, tetapi juga akan tumbuh dalam semangat belajar, kedisiplinan, karakter, serta prestasi anak-anak didik. (*)