LEKTUR.CO TALAUD – Jika kemarin pemberitaan tentang Kepsek vs Pendeta sempat memanas, hari ini Jumat (6/11/2026) suasana berubah 180 derajat. Di Kantor Camat Melonguane, semua pihak duduk bersama, saling memaafkan, dan sepakat untuk bergandengan tangan demi satu tujuan: air bersih untuk anak-anak SD Ambela.
Pertemuan klarifikasi yang dipimpin langsung oleh Camat Melonguane, Maxi Lindo, ini dihadiri oleh Kepala Sekolah SDN Inpres 58 Tarun di Ambela, Sandy Syeny Mararu, Kepala Desa Ambela, Juis Tatuwo, Wartawan Jun Amanga, serta Pendeta GERMITA Ambela, Ivone Aerumkuy.
Tidak ada lagi perdebatan. Yang ada hanya musyawarah kekeluargaan dan komitmen bersama untuk menjaga Kamtibmas di Desa Ambela.
Kepsek SDN Inpres 58 Tarun di Ambela, Sandy Syeny Mararu: Saya berterima kasih kepada Bapak Camat Maxi Lindo yang sudah menjadi penengah yang bijak. Saya dan Ibu Pendeta Ivone Aerumkuy sudah saling memaafkan. Saya sebagai Kepsek hanya ingin anak-anak kami bisa belajar dengan tenang dan mendapatkan air bersih. Ke depan, saya siap berkoordinasi lebih baik lagi dengan Pemerintah Desa dan pihak gereja. Anak-anak adalah masa depan kita bersama.
Pendeta GERMITA Ambela, Ivone Aerumkuy : Puji Tuhan, hari ini kita semua dipertemukan dalam damai. Saya sebagai pelayan GERMITA Ambela selalu mengajarkan kasih dan pengampunan. Saya sudah memaafkan dan saya juga mohon maaf apabila ada kesalahpahaman selama ini. Mari kita tutup persoalan kemarin. Sekarang kita fokus untuk mendoakan dan mendukung agar air bersih di SD Ambela bisa segera lancar. Tuhan memberkati Ambela.
Kades Ambela, Juis Tatuwo : Sebagai Kades Ambela, saya bersyukur pertemuan hari ini berjalan aman dan damai. Saya siap menjadi jembatan antara sekolah, gereja, dan masyarakat. Pemerintah Desa Ambela akan terus mendukung perbaikan air bersih untuk SD Ambela. Saya mengajak seluruh warga Ambela untuk tetap menjaga persatuan dan Kamtibmas. Kalau ada masalah, mari kita selesaikan di desa secara kekeluargaan.
Wartawan Jun Amanga : Saya mengapresiasi kebesaran hati Ibu Kepsek Sandy Syeny Mararu dan Ibu Pendeta Ivone Aerumkuy yang sudah saling memaafkan hari ini. Tujuan berita saya kemarin bukan untuk mengadu domba, tetapi untuk mendorong solusi air bersih. Hari ini saya melihat sendiri, Ambela adalah desa yang rukun. Saya siap memberitakan hal-hal baik tentang Ambela ke depan.
Camat Melonguane, Maxi Lindo, dalam penutupnya menyampaikan terima kasih atas kedewasaan semua pihak. Saya bangga dengan warga Ambela. Kepsek, Kades, Pendeta, dan wartawan bisa duduk satu meja dan saling memaafkan. Ini contoh yang baik untuk Kecamatan Melonguane. Persoalan air bersih SD Ambela akan kita kawal bersama. Kamtibmas aman, anak-anak senang belajar, Ambela rukun.
Pertemuan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pendeta Ivone Aerumkuy dan foto bersama sebagai simbol perdamaian.
Dari Kepsek vs Pendeta, kini menjadi Kepsek dan Pendeta bersatu demi anak Ambela. (Jun)










