Idealnya DLH Minahasa Butuh 25 Armada Sampah

Salah satu armada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Minahasa, yang berada di TPA Kulo. (foto/istimewa)

LEKTUR.CO, MINAHASA – Pelayanan persampahan di Kabupaten Minahasa masih menghadapi kendala keterbatasan armada.

Dari total 25 kecamatan, saat ini baru 20 kecamatan yang telah mendapatkan layanan pengangkutan sampah.

Bahkan, di sejumlah kecamatan yang sudah terlayani, masih terdapat desa yang belum terjangkau secara maksimal.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Minahasa untuk memperluas jangkauan pelayanan sekaligus menjawab kebutuhan pengangkutan sampah masyarakat.

Kadis Lingkungan Hidup Minahasa, Nofry Lontaan melalui Sekdis Franky Waworuntu, mengungkapkan bahwa keterbatasan kendaraan menjadi salah satu kendala di lapangan.

“Selain beberapa kendaraan sudah tua, operasional juga cukup tinggi, dan belum semua wilayah juga berlangganan,” ungkapnya, Rabu (21/10/26).

Waworuntu menjelaskan, saat ini, DLH Minahasa mengoperasikan 13 unit mobil pengangkut sampah. Lima kendaraan roda tiga pengangkutan sampah, serta satu unit ekskavator di TPA Kulo.

“Dengan jumlah armada saat ini, tentunya kebutuhan pelayanan di seluruh kecamatan belum dapat dipenuhi secara optimal,” jelasnya.

Menurutnya, penambahan kendaraan menjadi kebutuhan penting agar pengangkutan sampah dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

“Untuk 2027, DLH masih membutuhkan armada tambahan. Idealnya 25 unit armada untuk pelayanan di 25 kecamatan,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, setiap armada membutuhkan lima tenaga kerja, terdiri dari satu pengemudi dan empat petugas pengangkut.

“Artinya, pemenuhan kebutuhan armada juga harus diikuti kesiapan tenaga operasional agar kendaraan yang tersedia benar-benar mampu mendukung pelayanan di lapangan,” pungkas Waworuntu. (*)