Ketua PKUB Dorong Minahasa Jadi Miniatur Kerukunan Umat Beragama

LEKTUR.CO, MINAHASA – Ketua Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB), Muhammad Abib Abdushomad, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa bersama seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga dan merawat ruang kerjasama, kebersamaan, serta dialog antarumat beragama.

Hal tersebut disampaikan Muhammad Abib Abdushomad dalam pengukuhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kecamatan se-Kabupaten Minahasa oleh Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang SS MAP, di Yama Resort Tondano, Selasa (28/7/26).

Menurutnya, pengukuhan bukan menjadi akhir dari sebuah proses, melainkan awal untuk memperkuat peran FKUB dalam menjaga kehidupan masyarakat yang rukun, aman, dan damai.

“Yang selanjutnya harus dilakukan adalah bagaimana bapak dan ibu semuanya betul-betul menjaga dan merawat ruang kerja sama, ruang kebersamaan, serta dialog antarumat beragama di lingkungan masing-masing,” ujar Abib.

Ia menilai dukungan Pemkab Minahasa terhadap FKUB merupakan salah satu wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat kerukunan umat beragama.

Dukungan tersebut juga dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan Indeks Kerukunan Umat Beragama serta Indeks Kota Toleran, yang salah satu indikatornya adalah kemampuan pemerintah daerah menghadirkan regulasi dan kebijakan yang mendukung kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Saya kira apa yang dilakukan oleh Pemkab Minahasa merupakan salah satu wujud nyata. Ketika ada penilaian, saya kira nilainya akan sangat tinggi,” katanya.

Abib turut mengapresiasi perhatian dan dukungan Pemkab Minahasa terhadap FKUB, bahkan di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia mendorong agar penguatan kerukunan tidak hanya dilakukan di tingkat kabupaten, tetapi dapat diperluas hingga tingkat kecamatan dan desa.

Menurutnya, keberadaan wadah kerukunan di tingkat kecamatan akan membantu mengonsolidasikan kehidupan masyarakat di desa-desa, sehingga semangat toleransi dan kebersamaan dapat terus tumbuh dari akar rumput.

“Kalau penguatan kerukunan sudah sampai di tingkat desa, maka Minahasa bisa menjadi miniatur kerukunan umat beragama,” ungkapnya.

Abib menambahkan, kerukunan menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan daerah. Sebab, suasana yang aman dan damai akan membuat masyarakat dapat menjalankan aktivitas serta beribadah dengan tenang sesuai ajaran agama dan kepercayaannya masing-masing.

“Kalau kita bisa merukunkan orang, itu pekerjaan yang menyenangkan. Di mata Tuhan, pekerjaan yang baik adalah ketika kita mampu menciptakan suasana rukun, aman, dan damai, sehingga seluruh umat dapat beribadah dengan tenang sesuai ajaran agamanya masing-masing,” pungkasnya. (*)