LEKTUR.CO, MINAHASA – Sejarah baru tercipta di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa. Untuk pertama kalinya, pengisian jabatan strategis pimpinan tinggi pratama dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Momentum tersebut ditandai dengan pelantikan enam pejabat eselon II oleh Bupati Minahasa, Dr Robby Dondokambey SSi MAP, di Ruang Sidang Kantor Bupati, Kamis (23/7/26).
Pelantikan ini menjadi langkah penting dalam memperkuat penerapan sistem merit di lingkungan birokrasi Pemkab Minahasa.
Dengan mekanisme Manajemen Talenta, proses pengisian jabatan dilakukan berdasarkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, potensi serta rekam jejak ASN.
Dengan demikian, penempatan pejabat tidak hanya berorientasi pada jabatan, tetapi juga pada kemampuan dan kapasitas untuk menjalankan tugas strategis pemerintahan.
Enam pejabat yang resmi dilantik yakni Carlo Wagey SH, sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa.
Selanjutnya, Denny Steven Mangundap SS, sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa.
Kemudian Denny Paultje Richard Kojansow SIP, sebagai Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Minahasa.
Shandro Arter Mogot SE MSi, dipercaya sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Minahasa.
Sementara Rivai Mamonto ST, dilantik sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Minahasa.
Sedangkan Augustina Mangundap SE, dipercaya memimpin Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Minahasa.
Sementara, Bupati Robby Dondokambey dalam sambutannya menegaskan, jabatan yang dipercayakan ini merupakan amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi dan integritas.
“Kepercayaan ini adalah amanah. Sebagai pejabat pimpinan tinggi pratama, saudara sekalian memegang peran yang sangat strategis. Bukan hanya sekadar mengelola organisasi, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan, pembina aparatur, dan teladan dalam etika, disiplin, serta profesionalisme,” tegas Bupati.
Bupati juga menyoroti tantangan birokrasi yang semakin kompleks di masa kini. Masyarakat disebut menginginkan pelayanan yang serba cepat, mudah, transparan, dan akuntabel.
“Jadi, para pejabat yang baru dilantik agar segera meninggalkan pola kerja lamban dan beralih membangun budaya kerja yang adaptif, responsif, inovatif, serta berorientasi pada hasil,” pesannya.
Lebih lanjut, visi pembangunan daerah yakni “Minahasa sebagai daerah pariwisata yang maju dan sejahtera” menjadi fokus utama yang harus dicapai bersama.
“Untuk mewujudkan visi tersebut, seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu irama, memiliki tujuan yang sama, serta bekerja kolaboratif tanpa sekat ego sektoral,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Minahasa, Johnny Tendean AP MAP, menyebut pelantikan ini merupakan langkah nyata Pemkab Minahasa dalam memperkuat sistem merit dan manajemen ASN berbasis talenta.
“Para pejabat yang baru dilantik diharapkan dapat segera bekerja, beradaptasi dengan tugas masing-masing, serta menghadirkan inovasi dan kinerja yang berdampak bagi kemajuan Minahasa,” ujarnya.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Forkopimda, Ketua TP-PKK Minahasa, Ny Martina Dondokambey-Lengkong SE, Sekretaris Daerah Minahasa, Dr Lynda Watania MM MSi, serta jajaran Pemkab Minahasa. (*)












